Surat Kepada “Bulan”

maaf kepada bulan yang terlupakan, yang bercahaya diantara bintang, menerangi dalam gelap malam. semoga harapan tak akan sirna dibatas-batas kota yang memisahkan kita, diantara selat di ujung daratan dan diantara dinding waktu yang tebal. kumau cahayamu menerangi lebih…..

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.